JARINGAN ORANG BUGIS DI BATAVIA TAHUN 1799-1837

Bur, Syakiman (2025) JARINGAN ORANG BUGIS DI BATAVIA TAHUN 1799-1837. Diploma thesis, UNUSIA.

[thumbnail of SYAKIMAN BUR - 21220012.pdf] Text
SYAKIMAN BUR - 21220012.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap terkait jaringan orang Bugis di Batavia pada abad ke-18 hingga abad ke-19 dengan membatasi penelitian pada periode tahun 1799-1837. Penelitian ini difokuskan untuk menelusuri tiga hal utama, yaitu jaringan orang Bugis di Batavia tahun 1799-1837, peran orang Bugis dalam perkembangan sosial ekonomi di Batavia tahun 1799-1837 dan pentingnya melihat jaringan sosial-keagamaan orang Bugis di Batavia pada tahun 1799-1837.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sejarah dan antropologi. Pengumpulan data dilakukan melalui riset berbasis sejarah melalui proses heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi. Peneliti beberapa kali mengunjungi Arsip Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional. Kemudian dilakukan pula riset data berupa peta melalui laman web Universitas Leiden dan Arsip Nasional Belanda serta studi dokumen lainnya. Selain itu, wawancara terhadap budayawan Sulawesi Selatan dan tinjauan salah satu komunitas Bugis di Jakarta menjadi sumber pendukung dalam penelitian ini. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis yang menekankan pada pemahaman mendalam dan penyajian informasi sistematis terhadap fenomena sosial melalui data yang telah dikumpulkan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Bugis memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah kota Batavia. Mereka membangun jaringan perdagangan yang menghubungkan Batavia dengan berbagai pelabuhan di Nusantara pada abad ke-18 dan ke-19, menciptakan sistem ekonomi alternatif yang berdampingan dengan struktur kolonial, dan berkontribusi dalam pembentukan karakter kosmopolitan Batavia sebagai kota pelabuhan. Migrasi orang Bugis ini tidak hanya dipahami pada konteks politik saja, yang mana orang Bugis terusir akibat dampak dari perjanjian Bongaya sebagai deklarasi kekalahan Kerajaan Gowa-Tallo terhadap aliansi VOC dan Kerajaan Bone. Lebih dari itu, migrasi mereka juga dapat dipahami melalui aspek budaya, yang mana mereka memiliki tradisi sompe’ (merantau) sebagai aspek pendorong mereka meninggalkan kampung halamannya. Selain itu, faktor dalam ranah ekonomi juga mendorong mereka untuk berlayar ke berbagai wilayah untuk kebutuhan biaya kehidupan untuk keluarganya. Dengan berbagai faktor pendorong tadi sehingga orang Bugis juga membangun jaringan sebagai kemampuan luar biasa dalam mempertahankan identitas budaya sambil beradaptasi dengan lingkungan urban yang multikultural. Strategi ini tidak hanya memungkinkan mereka bertahan dalam dinamika kolonial yang seringkali tidak bersahabat, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan mosaik budaya Batavia yang kaya dan kompleks

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pembimbing: Alanuari, MA.
Uncontrolled Keywords: Jaringan, orang Bugis, Batavia
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial
Divisions: Fakultas Islam Nusantara > S1 Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mr. Anas Ahmad Anas Gozali
Date Deposited: 26 Jan 2026 08:13
Last Modified: 26 Jan 2026 08:13
URI: https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/943

Actions (login required)

View Item
View Item