STRATEGI ISTRI DALAM MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGGA PASCA PERSELINGKUHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG (Studi Kasus di Muara Baru Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan)

Lestari, Stya Wiwik (2022) STRATEGI ISTRI DALAM MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGGA PASCA PERSELINGKUHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG (Studi Kasus di Muara Baru Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan). Diploma thesis, UNUSIA.

[thumbnail of STYA WIWIK LESTARI-18150037.pdf] Text
STYA WIWIK LESTARI-18150037.pdf

Download (1MB)

Abstract

Perselingkuhan seorang suami merupakan bentuk penyimpangan tindakan anggota keluarga yang dilakukan tanpa sepengetahuan istrinya, demikian pula sebaliknya. Perselingkuhan dilakukan di berbagai aspek kehidupan keluarga, seperti keuangan, kebijakan keputusan, seksual, persahabatan, pekerjaan, dan sebagainya. Sejauh ini yang memilih untuk memaafkan pasangannya dari kesalahan perselingkuhan dan memberikan kesempatan kedua kepada pasangannya walaupun mungkin tak sebanyak yang memilih bercerai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga Pasca Perselingkuhan Perspektif Masyarakat Muara Baru Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara dan Untuk mengetahui Solusi Dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam dan Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 115 KHI agar pelaku dan korban perselingkuhan dapat tetap berikhtiar mempertahankan rumah tangganya.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, observasi dan dokumen.

Hasil Penelitian ini mengenai permasalahan dalam rumah tangga pasti ada, untuk mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, para korban perselingkuhan memiliki kesamaan yakni dengan selalu melibatkan Allah dalam segala hal, mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat pondasi agama dan mengamalkannya dengan baik, saling bisa bersabar satu sama lain, istri bersabar karna rasa sakit yang dirasakannya, dan suami bersabar menanggung akibat dari perbuatannya yang sudah pasti selalu diungkit oleh istri, tidak mudah bercerita masalah keluarga kepada sembarang orang kecuali hanya bertujuan untuk mencari solusi itupun harus dengan orang yang betul-betul dapat memahami, dan bisa menjaga privasi. Karna tidak semua orang betul-betul perduli akan permasalahan yang dialami seseorang. Jika masih memungkinkan untuk dipertahankan rumah tangganya, maka lakukanlah dan itu lebih disukai Allah, dengan cara selalu minta bantuan Nya. Karna dengan siapapun pasangannya pasti ada saja ujiannya.

Menurut Syari‘at Islam jika ada permasalahan musyawarahkan dengan orang yang bijaksana sesuai dengan anjuran Q.S An-Nisa: 35. Dan menurut Undang-Undang, Permasalahan dalam rumah tangga bisa diselesaikan di Pengadilan Agama oleh mediator. Sesuai dengan Pasal 39 ayat (2) huruf a UU. No. 1 Tahun 1974, jo Pasal 19 (a) PP No. 9 Tahun 1975, jo. Pasal 116 huruf a KHI.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan, Perselingkuhan, Keutuhan Rumah Tangga.
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 203 Praktik keagamaan lainnya
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Unnamed user with email anasghozali@unusia.ac.id
Date Deposited: 29 Aug 2023 07:31
Last Modified: 29 Aug 2023 07:31
URI: https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/174

Actions (login required)

View Item
View Item