GENEALOGI PEMIKIRAN SUFISME KH. HASYIM ASY’ARI : STUDI ANALISIS HISTORIS

Alaudin, Fahmi (2025) GENEALOGI PEMIKIRAN SUFISME KH. HASYIM ASY’ARI : STUDI ANALISIS HISTORIS. Masters thesis, UNUSIA.

[thumbnail of Fahmi Alaudin - 2301010008_compressed.pdf] Text
Fahmi Alaudin - 2301010008_compressed.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sanad keilmuan sufisme KH. Hasyim Asy’ari, menganalisis corak pemikiran tasawufnya, serta mengidentifikasi afiliasi tarekat yang dianutnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik, penelitian ini menggabungkan studi pustaka yang mendalam dengan telaah lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Hasyim Asy’ari memiliki sanad keilmuan tasawuf yang kuat, bersambung kepada para ulama besar dari Nusantara dan Timur Tengah, seperti Syaikhona Kholil Bangkalan, Syaikh Mahfudz al-Tarmasi, Syaikh Nawawi al-Bantani, dan Syaikh ‘Abd al-Shakur Surabaya. Jalur spiritual para guru beliau menunjukkan afiliasi kuat dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqshabandiyah, sehingga secara sanad spiritual dan intelektual, KH. Hasyim Asy’ari mewarisi ajaran tasawuf dari tradisi tersebut yang telah mengakar dalam lingkungan ulama Nusantara dan menjadi fondasi utama dalam pengembangan Nahdlatul Ulama. Penelitian ini juga mengkaji pandangan kritis KH. Hasyim Asy’ari terhadap praktik tarekat, khususnya dalam konteks Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Meskipun berasal dari lingkungan tarekat dan memiliki sanad keilmuan yang kuat, KH. Hasyim tidak secara formal berbaiat dalam tarekat tertentu dan lebih menekankan pengajaran ilmu agama sebagai bentuk pengamalan spiritual. Ia dikenal sebagai tokoh tasawuf yang rasional, moderat, dan sangat menekankan keselarasan antara tasawuf dan syariat. Dalam kitab al-Durar al-Muntatsirah fi Masa’il al-Tis’a ‘Asharah, KH. Hasyim mengkritik keras pengkultusan terhadap mursyid, klaim kewalian yang tidak berdasar, serta penyimpangan dalam praktik peringatan haul. Ia menetapkan delapan syarat tarekat yang sahih, menekankan pentingnya ilmu syariat, keikhlasan, dan akhlak mulia. Kritiknya terhadap praktik tarekat di Jombang dan perdebatan dengan tokoh tarekat lainnya menunjukkan upaya menjaga kemurnian tasawuf agar tetap berpijak pada Al-Qur’an, Sunnah, dan prinsip-prinsip syariat. Sikap tegas ini mencerminkan komitmen KH. Hasyim dalam meluruskan arah spiritual umat dan menolak segala bentuk bid’ah serta penyimpangan dalam ajaran Islam

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Moh. Yusni Amru Ghozali, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Genealogi, Sufisme, KH. Hasyim Asy’ari
Subjects: 900 – Sejarah dan Geografi > 900 Sejarah > 907 Pendidikan, riset penelitian sejarah dan topik terkait
Divisions: Fakultas Islam Nusantara > S2 Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mr. Anas Ahmad Anas Gozali
Date Deposited: 23 May 2026 05:07
Last Modified: 23 May 2026 05:07
URI: https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/1067

Actions (login required)

View Item
View Item