Muzayanah, Evie (2025) Ambivalensi Modal Sosial dalam Ruang Sosial Nelayan: Antara Ketimpangan dan Strategi Bertahan Hidup di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Diploma thesis, UNUSIA.
Evie Muzayanah - 18.14.00.52_compressed.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran modal sosial dalam kehidupan ekonomi keluarga nelayan di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Fokus awal penelitian diarahkan pada bagaimana kepercayaan, jaringan sosial, dan kerja sama kolektif menopang kesejahteraan keluarga nelayan. Namun, proses lapangan memperlihatkan bahwa realitas sosial masyarakat nelayan jauh
lebih kompleks dari dugaan awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dilakukan selama lima bulan ditahun 2024-2025.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memang hadir dan aktif di dalam komunitas nelayan, terutama melalui praktik kerja sama, saling berbagi informasi lokasi tangkapan, hingga penggunaan bersama alat melaut. Namun, praktik-praktik tersebut tidak selalu membawa perubahan ekonomi yang signifikan. Modal sosial yang tersedia cenderung bersifat adaptif dan berfungsi sebagai mekanisme bertahan dalam situasi sulit, bukan sebagai instrumen transformatif untuk keluar dari kemiskinan struktural. Selain itu, penelitian menemukan bahwa menjadi nelayan bukan semata pilihan ekonomi, melainkan bagian dari habitus yang diwariskan antar generasi. Profesi ini dijalani karena keterbatasan akses terhadap pendidikan dan peluang kerja lain, sehingga memperkuat siklus ketergantungan terhadap laut. Dalam konteks ini, modal sosial juga tampak bekerja dalam lingkungan struktural yang timpang: solidaritas komunitas berjalan berdampingan dengan relasi kuasa yang tidak
seimbang antara buruh nelayan, tengkulak, dan pemilik kapal. Bahkan dalam beberapa kasus, modal sosial berfungsi secara paradoks mendukung rasa kebersamaan sekaligus memperkuat status quo yang merugikan pihak lemah. Proses reflektif peneliti selama di lapangan menandai pergeseran fokus penelitian dari semata-mata melihat potensi modal sosial, menjadi telaah kritis terhadap interaksinya dengan struktur ekonomi, budaya lokal, dan warisan sosial. Kritik terhadap modal sosial sebagaimana disampaikan oleh Portes (1998) yang menyebutnya sebagai entitas yang bisa bersifat ambivalen dan tidak selalu positif, diperkuat oleh kenyataan lapangan. Solidaritas dan jejaring sosial memang ada, tetapi dalam banyak hal justru turut mempertahankan kondisi ketidakadilan yang berlangsung lama.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial dalam
masyarakat nelayan perlu dipahami secara kontekstual dan kritis. Ia bukanlah solusi tunggal atas persoalan ekonomi, melainkan bagian dari dinamika sosial yang lebih luas, yang turut dipengaruhi oleh ketimpangan struktural, warisan budaya, serta keterbatasan pilihan hidup. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang masyarakat pesisir dan membuka ruang bagi intervensi kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada nelayan kecil.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Muhammad Nurul Huda, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | modal sosial, nelayan, habitus, strategi bertahan hidup, ketimpangan sosial, masyarakat pesisir |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 303 Proses sosial |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | Mr. Anas Ahmad Anas Gozali |
| Date Deposited: | 11 May 2026 03:48 |
| Last Modified: | 11 May 2026 03:48 |
| URI: | https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/1056 |
