DINAMIKA ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: STUDI INTERAKSI ISLAM DAN TRADISI DI CIREBON ABAD XV SAMPAI ABAD XVII

Imanulhaq, Maman (2025) DINAMIKA ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: STUDI INTERAKSI ISLAM DAN TRADISI DI CIREBON ABAD XV SAMPAI ABAD XVII. Doctoral thesis, UNUSIA.

[thumbnail of Maman Imanulhaq - 19.01.03.027_compressed.pdf] Text
Maman Imanulhaq - 19.01.03.027_compressed.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas interaksi Islam dan budaya lokal di Cirebon pada abad XV-XVII, yang menghasilkan identitas sosial, politik, dan budaya khas. Fokusnya adalah format, bentuk, pola interaksi sosial, serta pengaruh Islam terhadap struktur sosial dan politik Cirebon. Penelitian ini menggunakan teori Arnold J. Toynbee tentang "creative minority," "response and challenge," serta lapisan budaya yang mencakup saintek, estetika, etika, dan agama. Selain itu, teori Karl Popper mengenai masyarakat terbuka, falsifikasi, evolusi budaya, serta konsep mimesis dari Rene Girard turut digunakan untuk memahami transformasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Cirebon bukan penghapusan budaya lokal, melainkan proses adaptasi dan rekonstruksi budaya. Islam memberikan nilai-nilai universal yang memperkuat struktur sosial, politik, dan keagamaan, sementara budaya lokal mempertahankan karakteristik uniknya. Proses kreatif para wali sebagai "creative minority" memungkinkan sintesis baru yang harmonis antara Islam dan budaya lokal. Tradisi Sufisme memainkan peran penting dalam membentuk identitas masyarakat Cirebon. Dalam konsep "open society," masyarakat Cirebon lebih inklusif terhadap ajaran Islam dan budaya luar dibandingkan daerah lain seperti Aceh. Tradisi seperti Grebeg Syawal dan Panjang Jimat, seni gamelan, serta arsitektur masjid mencerminkan harmoni Islam dan estetika lokal. Dalam politik, Islam memperkenalkan prinsip syariat, sementara budaya lokal memberikan kerangka praktik yang sudah dikenal masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi Islam dan budaya lokal membentuk seni dan budaya yang integratif-komplementer. Proses ini menciptakan “Rekonstruksi Budaya,” di mana integrasi hanya terjadi pada aspek format, simbolik, estetika, dan etika, sementara aspek teologis tetap terpisah. Hal ini memperkaya identitas Cirebon sebagai hasil interaksi kreatif dan harmonis antara Islam dan budaya lokal.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Interaksi Islam dan Budaya, Struktur Sosial, Rekonstruksi Budaya, Creative Minority, Politik
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial
300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: Fakultas Islam Nusantara > S3 Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mr. Anas Ahmad Anas Gozali
Date Deposited: 07 May 2026 06:19
Last Modified: 07 May 2026 06:19
URI: https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/1051

Actions (login required)

View Item
View Item