YULIANTO, DIDIK (2025) TRANSFORMASI DAN PENERAPAN AWIG-AWIG NELAYAN DI KAWASAN PULAU LOMBOK PADA ABAD XVI - XXI. Doctoral thesis, UNUSIA.
DIDIK YULIANTO - 19.01.03.022_compressed.pdf
Download (7MB)
Abstract
Disertasi ini membahas tentang Transformasi dan Penerapan awig-awig
Nelayan di Kawasan Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat Pada Abad XVI-XXI. Tujuan riset ini adalah mengungkap penyebab perubahan hukum adat dalam awig-awig Nelayan Sasak dari tradisi hukum Hindu ke tradisi Islam, mengidentifikasi dampak perubahan hukum tersebut pada awig-awig Nelayan Sasak dari tradisi hukum Hindu ke tradisi Islam, serta untuk
mengevaluasi efektivitas transformasi dan implementasi awig-awig nelayan di kawasan Pulau Lombok. Penelitian ini merupakan etnografi sejarah dengan pendekatan kualitatif, menggunakan wawancara terstruktur dan data sejarah seperti dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi hukum adat nelayan Sasak dari Hindu ke Islam di pesisir Lombok merefleksikan sejarah, budaya, dan perubahan agama. Integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya lokal tercatat dalam Kitab Kotaragama, menyesuaikan cerita dan nilai-nilai keagamaan sesuai konteks meskipun bertemakan Hindu. Perubahan hukum adat mencerminkan evolusi keagamaan di Lombok dengan peran penting pengetahuan lokal, ekosistem, dan kearifan tradisional dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir, menegaskan pentingnya pemahaman aturan dan lingkungan. Penelitian tentang transformasi hukum adat nelayan di Kawasan Pulau Lombok menyoroti hubungan kompleks sejarah, budaya, dan agama dalam mengatur perilaku sosial. Hukum adat sebagai penjaga keteraturan sosial merespon pelanggaran norma dengan berbagai respon, mencerminkan evolusi dari perjanjian formal ke kesepakatan adaptif. Peran penting hukum adat dalam mengatur perilaku sosial serta mempertahankan kekayaan budaya lokal ditegaskan oleh dinamika kompleks antara aturan tradisional, adaptasi lingkungan, dan tuntutan ekonomi. Penerapan hukum adat nelayan di Kawasan Pulau Lombok memegang peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan pelestarian lingkungan, meskipun tidak terdokumentasi secara resmi. Hukum adat menjadi landasan bagi masyarakat lokal dalam mengatur kehidupan sehari-hari dengan prinsip-prinsip yang mendukung keamanan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut. Konsistensi dalam praktik hukum adat mencerminkan nilai-nilai tradisional yang memperkuat harmoni sosial dan pengelolaan sumber daya alam, sementara pengaturan terkait penangkapan hiu menyoroti kompleksitas hubungan antara aturan tradisional, pelestarian lingkungan, dan kebutuhan revitalisasi dan rekonstruksi awig-awig nelayan dengan memasukkan aspek keselamatan pelayaran sehingga sejalan dengan hukum formal.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Transformasi, Suku Sasak, Adat, Nelayan, Awig-Awig. |
| Subjects: | 900 – Sejarah dan Geografi > 900 Sejarah > 907 Pendidikan, riset penelitian sejarah dan topik terkait |
| Divisions: | Fakultas Islam Nusantara > S3 Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Mr. Anas Ahmad Anas Gozali |
| Date Deposited: | 07 May 2026 06:12 |
| Last Modified: | 07 May 2026 06:12 |
| URI: | https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/1050 |
