YOSEPIN, PIPIN (2023) PENGARUH ISLAM DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL PALEMBANG : SUATU TINJAUAN ANTROPOLOGI SEJARAH. Doctoral thesis, UNUSIA.
PIPIN YOSEPIN - 19.01.03.017_compressed.pdf
Download (3MB)
Abstract
Posisi Geografis Swarnadwipa yang strategis telah membuat Palembang, yang sejak abad ke 7 hingga 13 diatur Kedatuan Sriwijaya, menjadi bandar transito internasional. Sejak saat itu masyarakat pedagang Palembang memiliki jaringan internasional yang sangat luas melalui perdagangan rempah Nusantara. Sebagai akibat dari kegiatan pelayaran, perdagangan dan hubungan-hubungan politik dan budaya, serta terjadinya kawin mawin para pedagang asing dengan penduduk setempat, masyarakat Palembang menjadi beragam dari sisi budaya yang hidup kemudian. Disertasi ini membahas keragaman budaya masyarakat multikultural yang ada di Palembang dengan pendekatan antropologi Sejarah. Saya berupaya menguak sejumlah data terkait bagaimana sebenarnya masyarakat multikultural Palembang terbentuk. Dengan melihat serangkaian data lapangan, mulai dari berdialog dengan para sejarawan, budayawan, akademisi, maka maket masyarakat multikultural di Palembang pun mulai terlihat. Saya berargumen bahwa beragamnya masyarakat Palembang secara kultural pada awalnya adalah karena terdapatnya perdagangan antar bangsa di kota ini. Motif perdagangan antara orang Cina, Arab, Persi dan bahkan Eropa tersebut telah melahirkan beragam budaya, seperti dibuktikan salah satunya dengan keberadaan Bukit Siguntang yang menjadi sentrum bagi umat Buddha seluruh dunia pada abad VII hingga XIV M. Keragaman budaya ini juga terlihat dari adanya Situs Air Bersih yang merupakan bekas pemukiman orang Tionghoa beragama Muslim pada abad XIV. Selain itu, pergaulan heterogen antar bangsa ini telah melahirkan sejumlah produk budaya, seperti pempek, rumah limas. Dalam wilayah keagamaan, produk dari pergaulan antara bangsa ini di Palembang bisa dilihat dari hadirnya tradisi Ziarah Kubro.Tradisi ini masih dilaksanakan terutama oleh masyarakat Melayu, Arab dan Jawa, meskipun tradisi yang dianggap membawa keberkahan ini dimaknai berbeda-beda. Multikulturalisme yang hidup dalam masyarakat Palembang ini menandakan bahwa mereka mempunyai peradaban yang inklusif di mana mereka berwatak terbuka, dan toleran terhadap perbedaan. Dengan demikian, interaksi antara etnis Melayu, Jawa, Cina, India dan Arab serta Eropa, yang berdagang ke Palembang adalah proses dialog dan akulturasi, yang melahirkan Palembang menjadi multikultural meskipun dengan dominasi identitas Islam. Temuan penelitian ini menyanggah teori multikulturalisme Bikhu Parekh yang menyebutkan politik sebagai motivasi yang membentuk pemahaman multikulturalisme. Di Palembang, perdagangan dan budaya adalah modal yang membentuk multikulturalisme.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perdagangan, Masyarakat, Kebudayaan Multikultural, Orang Palembang, Tradisi |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 303 Proses sosial |
| Divisions: | Fakultas Islam Nusantara > S3 Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Mr. Anas Ahmad Anas Gozali |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:37 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:37 |
| URI: | https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/1045 |
